Alex mimpi uraikan kemacetan Jakarta

14 Mar

JAKARTA, – Saat itu Alex Noerdin yang seharusnya hadir pukul 11.00 WIB, terlambat datang akibat macet. Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya diminta oleh Angkatan Laut untuk menghadiri acara di Jakarta Utara, kemudian saat kembali dari sana dia harus berhadapan dengan padatnya lalu lintas Jakarta.

"Kena macet? Kalau nggak kena macet bukan di Jakarta artinya," kata Alex saat dijumpai di Bussiness District Hotel Mandarin Oriental, Senin (12/3/2012.

Sebagai salah satu kandidat calon Gubernur DKI yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, ia optimistis dapat menyelesaikan macet di Jakarta dalam waktu kurang dari tiga tahun. Jika dalam waktu tiga tahun hal itu tidak terselesaikan, maka ia memilih mundur.

Ketika disinggung langkah konkret untuk mengatasi macet Jakarta, dia justru menerangkan sebab yang membuat sebagian besar wilayah Ibu Kota mengalami macet. Pertama, daya tampung jalan tidak mampu menampung kendaraan karena pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen per tahun sedangkan pertumbuhan kendaraan 9-10 persen per tahun.

"Kalau dikonversi ke luas dalam grafik, jika pertumbuhan kendaraan dan pertumbuhan jalan berpotongan itu artinya grid lock macet total," kata Alex.

"Macet total ini di tahun 2014 tapi nyatanya di akhir 2013 atau awal 2014, begitu keluar dari garasi macet. Ini serius. Kalau ini terjadi disaster, bencana utk jakarta," ujarnya.

Tidak hanya itu, persentase penggunaan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum meningkat pesat. Hal ini terjadi karena kendaraan umum yang ada di Jakarta tidak laik pakai dan tinggi tingkat kriminalitas.

"Kendaraan umum itu jorok, kotor, tidak terjangkau karena banyak blank spot," tutur Alex.

Untuk solusinya, Alex tidak mau membeberkan secara terang-terangan. Namun yang pasti, dirinya akan segera merevitalisasi angkutan umum yang ada di Jakarta jika berhasil terpilih sebagai gubernur. Mengingat dengan banyaknya transportasi umum yang baik, warga pasti tidak keberatan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Perbaiki angkutan umum itu tidak mudah tapi harus. Jadi sekarang jadikan itu monorail, tiangnya udah ada tinggal nambahin atasnya, MRT percepat," tegasnya.

Bahkan dia berencana untuk menambah koridor busway tidak hanya 15 koridor seperti gagasan Sutiyoso. Dia menginginkan ada 20 koridor busway yang mampu berintegrasi dengan daerah mitra, yaitu Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor.

Selain itu, busway nantinya juga akan dibuat terintegrasi dengan kereta rel listrik (KRL). "KRL itu ditambah kapasitasnya, tapi sulit karena ada 94 persimpangan sebidang. Jadi kalau kereta mau tanpa hambatan itu ya bikin flyover atau underpass," katanya.

Hal ini menurutnya dapat mengurangi kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta tiap harinya. Bayangkan saja lebih dari 2.000.000 kendaraan pribadi dari daerah mitra masuk ke Jakarta tiap harinya. Untuk itu, perlu disediakan fasilitas park and ride di stasiun atau halte busway.

"Kalau dihitung-hitung, insya Allah tiga tahun tidak macet lagi. Macet dikit-dikit itu biasa ya. Misalnya ada yang nonton bola. Mau buktinya? Ya pilih saya nanti," ujarnya sambil tertawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: