Aburizal Bakrie Kenduri Jakarta untuk Coblos No 6

7 Jul

ical di kampanye alex nono

 

JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang berorasi di atas panggung menyerukan, jika ingin perbaiki Kota Jakarta, pilih orang yang sudah membuktikan janjinya. "Pak Alex sudah membuktikan di Sumsel.Hanya ada satu calon yang berani mengatakan, kalau tidak berhasil akan mundur," kata Ical ketika mengikuti kampanye Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 6, Alex Noerdin-Nono Sampono sekaligus menutup kampanye terakhirnya di Lapangan D komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (7 Juli 2012)..
Ical juga mengungkapkan, prestasi kepemimpinan Alex Noerdin di Sumsel lah yang menjadi pertimbangannya dalam meminta Alex untuk mau membenahi Jakarta. "Saya yang minta Pak Alex untuk membenahi Jakarat. Sumsel daerahnya luas, tapi diberikan pendidikan dan berobat gratis. Kalau Sumsel saja bisa, Jakarta juga tentunya bisa. Saya tidak menghendaki ada anak-anak tidak sekolah karena tidak punya biaya," papar Ical.

Acara yang digelar sejak pagi hingga sore hari itu dibuka oleh ustadz Al Habsyi, yang menyambut kedatangan Alex-Nono dengan selawat, mengatakan bahwa niat baik mengubah nasib Jakarta dalam waktu tiga tahun harus dibuktikan.
"Ini ada pendatang baru yang ingin mengubah takdir Jakarta jadi lebih baik. Kita butuh pemimpin seperti ini. Punya niatan baik. There’s a will, there’s a way, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Pemimpin juga harus punya malu. Kalau tidak mengubah nasib Jakarta, maka 3 tahun mundur," katanya.
Politisi Golkar dan juga artis, Tantowi Yahya yang bertindak sebagai juru kampanye membeberkan prestasi yang telah dilakukan Alex Noerdin selama berada di Sumatera Selatan.
"Saya orang Sumsel, saya tahu betul tidak mudah mengatur orang Sumsel. Butuh ketegasan. Tapi Pak Alex bisa memimpin Sumsel dengan baik. Dengan sikap tegasnya, Sumsel kini menjadi daerah yang dicontoh oleh daerah lain," kata Tantowi.
Tantowi juga memuji Alex-Nono yang berani mempertaruhkan jabatannya, jika dia gagal menepati janji kampanyenya. "Ada tidak dari calon yang ada yang berani memberikan jaminan program 3 Tahun Bisa. Memang tidak akan ada. Hanya pemimpin yang luar biasa yang bisa," tegasnya.
Untuk itu, Tantowi meminta kepada warga DKI untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 11 Juli nanti, dan memberikan pilihan kepada Alex-Nono. "Kalau tidak hadir (di TPS), akan dimanfaatkan dan yang akan terpilih nantinya orang lain. Kalau sudah begitu, 5 tahun kita akan menyesal dan 5 tahun akan macet lagi," tukasnya.
Sedangkan politisi Golkar lainnya, Dodi Reza mengatakan, Jakarta butuh perubahan. "Sekaranglah saatnya warga Jakarta untuk memilih pemimpin yang benar dan merasakan kesehatan dan sekolah gratis. Kita harus ganti pemimpin, nasib rakyat harus berubah," ujarnya.
Sementara, Alex Noerdin dan Nono Sampono menggunakan cara lain dalam berorasi. Pasangan yang diusung Partai Golkar, PPP, dan PDS itu tidak berada di atas panggung dalam berorasi. Crane mobil pemadam kebakaran dimanfaatkannya untuk menyapa pemilihnya.
"Saya akan mengubah nasib Jakarta yang sekarang ini memalukan kita semua. Saya bersama Pak Nono akan membuat Jakarta aman dalam satu tahun. Akan kami bebaskan penderitaan masyarakat dari macet dan banjir. Sehari sejak dilantik akan diterapkan program sekolah gratis dan berobat gratis. Kalau tidak, kami mundur," tandasnya.
Nono Sampono menambahkan, terlalu banyak warga yang curhat kepada dia dan Alex. "Jakarta banyak masalah. Faktanya rakyat masih menderita. Ada yang bilang, Jakarta punya segelintir orang saja. Itu tidak betul, Jakarta punya kita semua," ucapnya.
Bagi Alex-Nono, terlalu lama rakyat menderita. "Mau Jakarta bebas macet dan banjir? Saatnya sudah dekat, 11 juli pilih nomor 6. Kita songsong Jakarta lbh baik. Bukan sekedar memilih pemimpin, tapi menentukan nasib Jakarta," pungkas Alex.
Kampanye Akbar yang diberi tajuk Pesta Kenduri ini juga dihadiri ratusan remaja yang menyambut Alex-Nono dengan menarikan shuffle dance. Pesta Kenduri menyuguhkan hiburan dari artis-artis ibu Kota, antara lain God Bless, Wali, All Indonesian Rockstars, David Naif, Candil, Ivan Boomerang, Yuki Pas Band, Sandy Pas Band, Baron, Yuke Dewa 19, Steven Jam, Team Lo, Thomas Djorghie, Lulu Chika, Irma Dharmawangsa, Erie Susan, Maya KDI, 4 Sekawan, Deri, Eman, dan Ginanjar. Sebagian besar pendukung masih menikmati hiburan2 yg disuguhkan dalam 2 panggung terpisah hingga akhir acara di sore hari.

 

(ant-kp)

Alex Noerdin: Biaya Sekolah Gratis sehari setelah dilantik

6 Jul

Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 6 Alex Noerdin menegaskan kembali programnya untuk menata dan membenahi Jakarta dengan menggratiskan biaya sekolah dari SD/MI sampai SMU/Aliyah. “Saya tegaskan satu hari dilantik, biaya seklah gratis dari SD/MI sampai SMU/Aliyah dan pengobatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP.” Terang Alex Noerdin saat berorasi di depan Pemuda Karang Taruna Tebet Jakarta Selatan (5/7/2012).

Alex Noerdin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Gubernur se Pulau Sumatera ini mengaku ditugaskan Partai Golkar untuk membenahi Jakarta. “Saya ditugaskan oleh Partai Golkar untuk menjadi solusi bagi Jakarta.” Tegasnya.

Alex Noerdin memuji pasangannya Nono Sampono yang sedang melakukan kampanye di tempat terpipsah. “Saya berpasangan dengan Nono Sampono bertekad dalam 3 tahun akan menghilangkan Banjir dan Macet, dan jika tidak bisa, kami mundur.” Jelas Alex.

Sekjen Golkar Idrus Marham yang hadir dalam acara ini memberi semangat pada pemuda karang tarura se Jakarta Selatan yang hadir sebab dirinya adalah mantan ketua Karang Taruna Nasional. “Saya mantan ketua Karang Taruna Nasional. Karang Taruna di Indonesia ini diawali oleh pemuda-pemuda dari Tebet. Saya ingin prestasi ini dilanjutkan apabila kita pilih Alex Noerdin nomor 6.” Jelas Idrus dengan semangat.

Idrus mempertanyakan apakah pendidikan di jakarta saat ini gratis? “Belum!!” massa menjawab bergemuruh. Apakah kesehatan sudah gratis? Masyarakat menjawab “Belum!!.” Idrus mengutip hadis yang artinya: “Apabila sesuatu urusan diberikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancuran”, sebagai sindiran kepada gubernur saat ini yang merasa ahli, namun tidak terbukti dengan janji kampanyenya 5 tahun lalu.

Hadir dalam kampanye kal ini Anggota DPR Dody Reza Alex, Istri Alex Noerdin Sri Eliza Alex yang dengan sabar terus mendampingi suaminya berkampanye.

Sekitar seribu massa berkumpul mendengarkan hiburan penyanyi dangdut antusias dengan orasi Alex Noerdin dan Idrus Marham. Masyarakat dan pemuda tebet. Doorprize dibagikan kepada masyarakat yang telah mendapatkan kupon sebagai sumbangan pada warga yang rata-rata adalah masyarakat urban.

 

kp/ant

Nono Sampono Geram dengan Aksi Penculikan Relawan Alex-Nono

2 Jul

alex noerdin nono jabat tangan

Jakarta – Calon wakil gubernur DKI, Nono Sampono masih geram dengan aksi penculikan 2 orang relawan dan pembacokan terhadap simpatisan Alex-Nono dalam momen kampanye Pemilukada DKI 2012 ini. Hari ini (1/7/2012) Nono Sampono mendatangi posko-posko relawan untuk memberikan support moral kepada relawan yg saat ini merasa takut dan terintimidasi. "Saya masih geram sampai pelaku pembacokan dan penculikan ini tertangkap,” jelas Nono Sampono di Cijantung Jakarta Timur.

Keamanan Jakarta sampai saat ini dinilainya masih rawan. Ini menunjukkan Jakarta masih dipenuhi dengan aksi-aksi kekerasan fisik. Nono Sampono menyinggung hal ini sebagai bentuk keberanian kandidat untuk berlaku curang. “Yang pasti kandidat yang berani main kekerasan fisik pasti berani curang di TPS" ujarnya.

Menurut Nono, pelaku penculikan kedua relawannya menggunakan Toyota Avanza warna Silver. "Ada dua orang menggunakan Avanza Silver membawa angggota kita Abdurahman dan Tohari sampai saat ini belum pulang," kata Nono kepada Wartawan.
Ia menjelaskan, setelah peristiwa penyerangan yang dialami relawannya, pihaknya telah melaporkan langsung ke Mapolsek Pesangrahan atas kejadian tersebut. Namun satu hari setelah penyerangan, pada pagi harinya posko relawan yang terletak di Ulujami mendapatkan sebuah tulisan bahwa mereka harus mencabut laporan kepolisian.

 

kp

Nono Sampono ajak Masyarakat Jakarta Hormati Perbedaan

19 Jun

Jakarta – Calon wakil Gubernur Nono Sampono yang berpasangan dengan Alex Noerdin mengajak masyarakat Jakarta menghormati perbedaan. "Kita harus menerima perbedaan di antara kita kita wajib menghormati perbedaan, seperti kita menghormati kita sendiri." Jelas Nono Sampono di markas DPP Persatuan Antar Suku Tanah Air (PASTI Nusantara) di Duren Tiga Raya Jakarta malam (18/6/2012).
Indonesia yang plural dan warna warni bisa damai, jika saling menghormati keanekaragaman agama dan suku di Indonesia. "Negara ini adalah negara kesatuan berbentuk republik, bukan negara serikat dan bukan negara agama, dasar negara Pancasila. Kita beranekaragam suku dan agama. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat.". Jelas Nono.
Dukungan dari DPP Pasti Nusantara kepada Alex – Nono disambut dengan terimakasih dan penghargaan. Nono sampono menganggap dukungan ini sebagai amanat yang diemban untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Terimakasih atas dukungannya. Ini adalah amanat buat kami.” Jelas Nono Sampono.
Nono Sampono mempersembahkan sebuah lagu dari Ahmad Dhani yg berjudul Munajat Cinta. Lagu ini untuk menghibur masyarakat yang terjebak dalam kondisi jakarta yang penuh dengan masalah. Masalah ini membelit masyarakat, namun masyarakat seolah dalam kesendirian. Nono mencontohkan Kampung Apung yang 22 tahun terendam banjir, tidak ada yang menemani.
Munajat cinta, dewa
Tuhan kirimkanlah kami
Pemimpin yang baik hati
Yang mencintai kami
Dan Alex Nono
Hadir dalam acara ini para relawan Dibo Piss,Forum Betawi Bersatu (FBB), Front Pemuda Betawi Bersatu (FPBB) dan seluruh jajaran pengurus dan anggota DPP Pasti Nusantara yang dipimpin H Badri.

 

kabarpolitik

Ical optimis Alex–Nono menang!!

6 Jun

ical alex nono suharso tewuJakarta – Aburizal Bakrie (Ical) optimistis Alex Noerdin dan Nono Sampono menang dalam Pilkada DKI Jakarta. Keyakinannya muncul karena Golkar yang mengusung pasangan itu memiliki cetak biru pembangunan 2025.
"Karena tujuan kita pemenangan gubernur, bagi Golkar pemenangan gubernur DKI adalah mutlak," ujar Ical.
Ical mengatakan itu dalam acara dukungan DPD Golkar Provinsi DKI pada Ical untuk jadi capres di kediamannya, Jl Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/202).
Dukungan diberikan dalam satu amplop coklat. Ical yang mengenakan safari kuning ini didampingi Alex-Nono dan Ketua DPD Golkar DKI Priya Ramadhani yang merupakan besannya.
Menurut Ical, Golkar memiliki kelebihan dari partai lainnya. Golkar memiliki blue print pembangunan hingga 2025 mendatang. Blue print itu akan selesai dibuat pada Oktober 2012 mendatang.
"Jadi semua, mulai dari ekonomi, pertahanan, keamanan, teknologi semua termasuk," kata Ical.
Ical memperkirakan, tidak ada satu partai pun memiliki blue print seperti itu. "Saya kira saat ini tidak ada satu partai pun yang membuat blue print seserius itu," imbuhnya.
Dengan blue print itu, pasangan cagub dan cawagub DKI dari Golkar Alex-Nono memiliki program membangun Jakarta.
"Kalau saya Golkar punya program membangun Indonesia," ujarnya.
Karena itu Ical berharap, kondisi di kecamatan dan kelurahan diperhatikan. Karena kemenangan diperoleh dari kecamatan dan kelurahan.
"Jangan kita berharap persentase, survei dan kita harus menang. Kita harus perhatikan kelurahan-kelurahan dengan masalah-masalah yang terperinci," ucap mantan menkokesra ini.
(dtk/nik/nrl)

 

kabarpolitik

Nono Sampono minta keturunan Tionghoa di Jakarta Lebih membaur

1 Jun

nonosamponojuangJakarta – Calon wakil Gubernur DKI Jakarta (Letjend Purn Marinir) Nono Sampono minta penduduk Jakarta keturunan Tionghoa jangan khawatir untuk lebih membaur dengan kelompok masyarakat lainnya. Bila terpilih memimpin Jakarta bersama Alex Noerdin, dirinya menjanjikan keadilan untuk semua kelompok masyarakat sehingga siapapun bisa tumbuh dan berkembang, untuk berkumpul dan bekerjasama,  membangun kehidupan yang lebih baik di Ibukota asalkan berkomitmen menjaga lima nilai-nilai utama.
"Ada lima nilai utama yang menurut saya penting untuk menjadi pondasi sosial dan budaya di Jakarta. Lima nilai tersebut adalah stabilitas,  produktivitas, ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Atau saya singkat SP-3K (dibaca SPEK)," kata Nono Sampono ketika bertemu komunitas keturunan Tionghoa di Jakarta.
Stabilitas, menurut mantan Komandan Paspampres ini, adalah kedewasaan setiap anggota masyarakat untuk menerima perbedaan bukan sebagai kesenjangan yang bisa menimbulkan rasa iri atau dengki antar kelompok.
"Saya dibesarkan di berbagai tempat sehingga sejak kecil diajarkan untuk mencintai perbedaan sebagai keindahan. Ketika masuk ke dinas tentara, saya diajarkan bahwa perbedaan adalah kekuatan," tegas Nono.
Produktivitas menurutnya adalah kesadaran setiap masyarakat untuk mensyukuri setiap waktu yang dimiliki dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Baik untuk kepentingan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
"Kita sadar bahwa hidup di Jakarta ini tidak mudah, mahal, lelah, dan kadang-kadang stress. Tapi kalau kita berusaha membuat diri sendiri bermanfaat, pasti akan ada respon positif dari lingkungan sekitar. Dari teman, tetangga, saudara, atau siapapun. Kalau sudah lelah lalu ditambah marah-marah hasilnya malah kita semakin menumpuk masalah," kata Nono.
Khusus masalah ketertiban, Nono menyayangkan kondisi Jakarta yang sangat menyedihkan. Mulai dari kemacetan lalu lintas, buruknya pelayanan publik, sampai dengan pemukiman, semuanya bermuara pada masalah tidak adanya ketertiban.
"Ironis sekali bahwa atas nama "penertiban" semua pihak berlomba-lomba untuk tampil. Padahal arti ketertiban tidak sesempit itu. Ketika didorong untuk tertib aturan, etika, atau hukum, justru tidak ada satupun yang mau perduli," tegas Nono.
Menurutnya, ketertiban bukan semata-mata kegiatan penegakan hukum atau ideologi kelompok tertentu.
"’Ketertiban adalah proses penegakan moral. Kesadaran untuk berani menjadi contoh yang benar walaupun yang lain salah sehingga setidaknya ada sanksi rasa malu bagi mereka yang tidak tertib. Selanjutnya, baru ada proses penegakan hukum. Saat ini kebalikan. Yang tertib malah malu karena takut dibilang beda," tambah Nono.
Stabilitas, produktivitas, dan ketertiban butuh kesadaran masyarakat dikombinasikan dengan penegakan aturan, etika dan hukum. Sedangkan keadilan dan kepentingan bersama butuh intervensi aktif dari pemerintah dalam bentuk kebijakan afirmatif, saranan dan prasarana.
Untuk keadilan, Nono meyakini bahwa selalu ada tiga cara pandang dalam menilai setiap kejadian atau permasalahan yaitu yang benar, yang salah dan yang adil. Kalau tidak yang terjadi adalah bias masyarakat yang mengkotak-kotakkan kelompok satu dengan yang lain, yang biasanya akan dimenangkan oleh kelompok yang lebih dominan atau mayoritas. Sehingga menimbulkan jarak bahkan kesenjangan.
"Keadilan harus diciptakan bukan tercipta dengan sendirinya, dan ini butuh ketegasan dan keberanian pemerintah. Selain itu tidak ada keadilan yang tidak difasilitasi melalui kebijakan, sarana dan prasarana. Ini butuh kreativitas pemerintah. Musuh keadilan adalah diskriminasi yang berbuah menjadi resistensi terhadap kebijakan pemerintah. Ini harus dihilangkan dan yang memulai harus pemerintah provinsi," tegas Nono.
Terakhir adalah kepentingan bersama yang diatur berdasarkan musyawarah untuk mufakat yang dimediasikan oleh tokoh-tokoh masyarakat atau pimpinan wilayah informal seperti Ketua RT dan RW.
"Sekali lagi sistem ini harus dilindungi oleh pemerintah dimana RT dan RW adalah milik dan dipilih warga, jadi tidak boleh dikooptasi pemerintah. Di Jakarta justru terbalik, RT dan RW digaji oleh pemda sehingga yang dibela kepentingan pemerintah. Check and balances dalam konteks sosial dan budaya menjadi hilang,’ jelas Nono.
Selanjutnya, Nono menegaskan bahwa setelah nilai-nilai SP3K (baca SPEK) ditegakkan, penduduk dianjurkan tidak berkumpul dengan golongannya saja melainkan berkewajiban untuk membaur untuk membela kepentingan bersama.
"Setidaknya di wilayah tempat tinggalnya setiap warga harus aktif membela kepentingan bersama. Bila tidak maka sanksinya adalah sanksi sosial yaitu ditegor oleh RT dan RWnya, dikucilkan dari pergaulan warganya, dan seterusnya," tambah Nono.
Menurut Nono Jakarta adalah "melting pot" untuk Indonesia, bahkan untuk Asia Tenggara.
"Kalau Jakarta mau menjadi Ibukota kelas dunia, kita harus tegakkan nilai-nilai yang kuat sebagai pondasi. Semua orang yang berkomitmen menegakkannya harus dijamin pertumbuhan dan perkembangan hidupnya di Jakarta. Baik Jawa, Betawi, Sunda, Tionghoa, Arab, India, apapun latar belakang keturunannya," Nono dengan lantang menutup sambutannya.

 

(ant)

Tim Merdeka disokong Muchdi PR, Alex Noerdin yakin Menang

31 May

IMG_6119Jakarta – Alex Noerdin berterimakasih kepada mantan Danjen Kopassus Muchdi PR yang telah menyumbangkan sekretariat untuk Tim Merdeka di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan untuk kegiatan Bakti Sosial. Hal ini disampaikan Alex Noerdin saat peresmian hari ini  (31/5/2012). “Saya berterimakasih atas dukungan Muchdi PR kepada Tim Merdeka yang melakukan kegiatan sosial di Jakarta” ujar Alex.

Dengan dukungan berbagai pihak dan organisasi ini, Alex Noerdin semakin percaya diri akan menang. Alex mengungkapkan bahwa hasil survei internal menyatakan bahwa trend popularitasnya meningkat. “Saya lihat hasil survey internal menyatakan bahwa popularitas saya meningkat. Sedang yang lain menurun.” Jelas Alex.

Ketua Tim Merdeka Augie Bunyamin menyatakan dukungannya serius untuk memenangkan Alex Noerdin –Nono Sampono. “Saya akan full melakukan tugas di Tim Merdeka untuk memenangkan Alex-Noerdin – Nono Sampono” jelas Augie. Walau kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan sosial yaitu pengobatan gratis dan fogging, namun dengan kegiatan sosial inilah, justru Tim Merdeka akan membantu mengenalkan Alex Noerdin. “Kegiatan kami adalah murni sosial dan untuk masyarakat agar merasakan pengobatan gratis dan fogging. Tentu melibatkan jaringan juga untuk melaksanakannya.” Jelas Augie.

Derry dan Ginanjar yang memandu Acara ini memuji kepemimpinan Alex Noerdin yang telah berhasil memimpin Sumatera Selatan. Beberapa kali Derry juga salah menyebut bahwa Alex Noerdin adalah Gubernur Jakarta.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan organisasi masyarakat diantaranya Ikatan Keluarga Betawi, Relawan Oranye, Dibopiss, Muslim Maluku, relawan orangkite, golkar se jakarta, komunitas nelayan,
Persatuan penyandang tunanetra, masyarakat jawa, sumatera selatan, batak, dan papua.

 

as